Hargai Orang Lain#1

Aku paham bahwa mencari topik pembicaraan ketika nongkrong itu gak mudah. Entah karena kita memiliki selera humor atau keadaan emosi yang berbeda,  atau bahkan pemahaman kita mencerna bahasa gak sama dengan orang lain. Pada akhirnya, kita harus menyadari gak semua topik bisa dibuat candaan.  
Disini peran kepekaan pada diri manusia digunakan. Karena gak semua manusia bisa sesantai kamu, gak semua orang bisa cuek aja, dan  kamu harus tahu ada banyak orang yang perasaannya sensitif. Gak seharusnya kamu menjadikan kehidupan seseorang sebagai candaan, apalagi membully terlepas dari seberapa baiknya kehidupanmu. Ingat, karma itu berlaku dan roda kehidupan masih berjalan.

Hei, aku tahu kamu juga punya masa lalu, kita sama-sama tahu karena kita hidup di satu lingkungan.  Walau aku ingin sekali membalas candaan berlebihan pecicilanmu itu, tapi aku gak tertarik lagi setelah aku tahu ternyata beginilah isi pikiranmu terhadapku. Kamu menganggap kehidupanku sebagai candaan, dan aku adalah bahan bullyanmu. Itu membuatku sedih tapi maaf aku cukup sampai di sini. Aku bisa memaafkan kata-katamu yang kurang ajar itu, tapi aku gak bisa melupakannya. Aku tahu setelah ini, aku gak bisa lagi anggap kamu sama seperti sebelumnya.

Pikirkan saja dirimu sendiri dan jangan banyak mengomentari orang lain. Mungkin bagimu dan teman-temanmu mengomentari kehidupan orang lain itu hal yang biasa. Faktanya kita bukan sepasang teman yang akrab dari awal. Kita sudah dewasa seharusnya kita pandai memilih kata, bukan lihai mencela. Aku tahu, kamu juga bukan jenis orang yang bakalan santai jika aku membalasmu dengan hal serupa.  Kenapa tidak kita menghargai hidup masing-masing? 
Kalaupun tidak, cukup aku menghargai kehidupanku dan kehidupan orang lain. Cukup kamu jadi pelajaran untukku, agar aku lebih menghargai orang lain. 

Dan tidak seharusnya menjadikan penampilan, kehidupan bahkan masalalu orang lain sebagai olok-olok. Itu bukanlah candaan, masih banyak bahan lain untuk kau tertawakan selain itu. Jika kamu menganggap ini sebagai candaan, kamu menyedihkan. 
Dan pada akhirnya, kamu gak lebih baik dari mereka. Penilaian-penilaian itu hanya berlaku untukmu yang selalu mencari hiburan dari kesepianmu. Karena orang yang mencari kesungguhan dan kebaikan akan memperhatikan kualitas yang ada dalam diri orang lain bukan tampilannya.

30 November 2018, pada suatu malam yang dingin

MEMORIA#1

,
Di masa lalu, kau hadir bersamaan dengan senja sore yang menghampar. Mengayuh sepeda Ayahmu melewati jembatan usang yang menjadi saksi pasang surut zaman. 
Adalah aku, anak kemarin sore yang senang mengejar layang-layang. Meloncat dari semak belukar, menembus barisan kelapa, membelah hamparan padi dan tak pernah peduli pada waktu yang kian menjadi gelap.
Saat itu, hal yang menyenangkan dalam hidupku ialah ketika layang-layang itu merosot jatuh ke tanah .Ketika peluh bersatu dengan pendar cahaya, disaat tubuhku sudah tak terlindungi oleh bayang-bayang raksasa kokoh, pohon kelapa. Semuanya tampak keemasan.
Ekor layangan yang menari-nari di udara seakan mengejek tubuh kecilku. Dengan gemulai, ia membiusku hingga aku lupa ada sungai kecil yang terpampang sejengkal dari tempatku bertumpu.
Sekonyong-konyongnya aku melompat dari atas dermaga. Membuka tanganku lebar-lebar layaknya elang yang akan menangkap mangsa lalu disusul oleh teriakanmu yang bersamaan saat aku mendarat ke sungai.
Masih segar dalam ingatanku. Kau histeris memanggil orang-orang. Bahkan sepeda Ayahmu kau banting ke sisi jalan. Kau cemas barangkali aku tak pandai berenang karena aku berasal dari kota, kendati aku sebenarnya lebih lihai darimu.
Lalu tangan itu, tangan kecilmu terulur kearahku, mengais-ngais ke udara memaksaku menangkapnya. Detik itu pula kau tahu? Aku merasa hanyut dalam arus benakku sendiri. Aku belum tahu rasa yang kukecap kala itu namanya cinta. Aku hanya tahu aku terbuai akan rasanya hingga layang-layang yang kini mendarat di dekatku tak lagi menarik bahkan jika ini adalah dongeng, ikan-ikan pasti sedang menari-nari di bawah kakiku.
Tak mau ku-sia-siakan kesempatan itu untuk mengerjaimu. Lantasku sergap lengan kurusmu lalu kutarik kau hingga tercebur ke sungai bersama. Kau marah padaku seraya mendorong tubuh ringkihku menjauh, tapi aku tak menyesal karena ulahku pula kau akhirnya tertawa, inilah awal pertemuan kita. Kuharap kau juga mengingatnya.
Hingga cuplikan ini menjadi buram. Lalu menidurkanku setelah puas mengenang. Bahkan ponselku yang sedari tadi berdering aku abaikan demi lekas bertemu dirimu dalam mimpiku.



Catatan 🍋1 : "Dunia Selebar Daun Kelor"

"nobody's perfect"

Dunia selebar daun kelor
Mungkin kamu udah gak asing lagi dengan kata itu karena memang kita sendiri sering ngalamin sendiri gimana rasanya.

Tapi kawan, dalam tulisan bertajuk "Dunia Selebar Daun Kelor" ini, aku coba memaparkan sedikit demi sedikit yang aku pahami mengenai quotes diatas.

Begini teman, suatu hari di saat kita masih memakan bangku sekolah dasar. Ketika kita Masih bocah yang cupu, bocah kurang kerjaan yang pulang sekolah suka nangkepin belalang di taman dan masih seneng dengan ketidakjelasan masa kecil kita yang kadang suka nyorakin orang gila lewat. Kala itu adalah masa-masa bahagia dimana temen ga ada yang makan temen, ga ada istilah buasnya rimba saling menikung. 
Kita berantem cuma gara-gara ngerebutin power rangers merah bukan gara-gara cewe dan kita juga punya seorang sahabat yang setia bermain dengan diri kita walaupun dulu kita masih suka narik ingus,  mereka juga mau menerima diri kita apa adanya karena mereka juga sama joroknya dengan kita. Indahnya jika diingat kembali...

Namun masalahnya bukan itu, gak ada hubungannya sama sekali dengan cerita aku kali ini.

Jadi, begini...
Dunia selebar daun kelor yang kita ketahuai adalah sebuah pribahasa yang bermakna bahwa dunia ini sempit. Orang yang kita kenal lewat media sosial bisa jadi adalah orang yang rumahnya cuma berjarak satu kompleks dengan rumah kita atau bisa jadi juga orang yang kita bully di media sosial adalah anak dosen paling killer di kampus. Nah, kalau gini kan namanya gali kuburan sendiri. Di semesta ini apapun bisa terjadi kawan. Ga ada yang ga mungkin karena skenario Tuhan benar-benar ajaib lebih dari yang kita bayangkan.
Jadi bijaklah menggunakan media sosial ya. Buatlah dunia maya jadi tempat yang enak tapi jangan seenak jidat.
Tetapi, sebenarnya adalagi hikmah dibalik dunia selebar daun kelor.
Dari kita kecil sampe kita gede sekarang pasti kita selalu ketemu orang yang yang punya karakter pendiam, suka jahil, suka ngehasut, adu domba, bawel, jorok, tukang ngutang, gemesin dll.

Sejak kita mengenyam bangku SD, SMP, SMA, kuliah bahkan kita selalu nemu yang karakternya itu-itu aja. Kayak dunia ini sempit banget, selalu ketemu orang yang karakter yang sama semenjak kita masih ingusan.

Lalu, sejenak kemudian mari kita berfikir. Dari sekian banyak warna di dunia ini, dari sekian miliar orang dan miliaran karakter serta dari sekian berjuta-juta kemungkinan.

Kenapa ya aku selalu ketemu sama karakternya mirip si A? B? Z?

Kesel tau gak kalau harus ketemu terus dengan orang yang punya karakter nyebelin. Energi kita bakalan tersedot habis kalau deket-deket manusia-manusia ini, seketika aura negatif mengelilingi kita kalau dalam semenit kita gak jauh-jauh dari mereka. Aku pun coba berfikir lagi, merenung, menghayati, kenapa mereka harus ada dalam radar hidup ini.
Namun sayangnya, aku belum menemukan jawaban yang pas.
Gak sampai disini, aku belum menyerah gunain otak yang jarang kupakai ini. hingga akhirnya, setelah proses mencerna informasi-informasi yang ada dengan teknik cocoklogi muncul lah sebuah gagasan bahwa kita terus bertemu sama orang yang nyebelin karena Tuhan sedang melatih kita. Lho kok?
Begini...
Sebenarnya Tuhan bermaksud baik kepada kita. Tuhan selalu menempa diri kita dengan ujian-ujian-Nya agar kita menjadi lebih baik. Dan salah satu ujian dari Tuhan adalah menemukan kita dengan karakter yang berlawanan dengan kita, karakter yang selalu bikin kita pengen nyeleding.

Lalu kenapa kita selalu bertemu dengan karakter nyebelin itu-itu aja?
Jawabannya adalah karena kita belum lulus ujian dari Tuhan!
Kita belum bisa menerima perbedaan dari orang lain, kita masih belum bisa mengatasi bagaimana kita berhadapan dengan orang-orang 'spesial' ini atau sebenarnya kita masih beranggapan kalau kita ini yang paling baik.

Lagipula, dibalik kejadian itu pasti ada hikmah. Betapa indahnya pula jikalau setiap orang bisa saling memahami dan gak berprasangka buruk mulu. nobody's perfect, semua orang pernah salah, solusi satu-satunya ialah mentolerasi dan bersabar dengan perbedaan ini. Daripada berantem, ya mendingan berteman. Hingga suatu saat, kita bakal mengerti karakter mereka yang sesungguhnya. Seburuk-buruknya manusia pasti ada sisi baiknya.

Duh, kok jadi curhat panjang-lebar
Oke kalimat terakhir aku: Ambil positifnya aja, prasangkanya dibuang. Terimakasih

Modal Jari doang! Kamu Bisa Hasilkan Karya Artistik dari Androidmu



Hi guys, selamat datang di blog pribadi aku. Kebetulan aku suka ngegambar dan lagi mencoba merambah ke digital art. Jadi aku mau share nih caranya bikin karya seni pakai hp android. Sebenarnya, aku bukan seniman profesional, masih seniman amatiran karena ngegambar itu masuk salah satu hobi aku, meski begitu hasil karya aku gak jelek amat kok (menurut aku), standar lah. Maka dari itu aku berani nih bikin tutorial ngegambar di hape android. itung-itung sharing ilmu yang udah aku dapetin.

Well, ini post pertama aku di blog ini. Blog ini sengaja aku bikin untuk sharing-sharing dan mengisi waktu luang, sekalian melatih skill menulis aku.

Sesuai judulnya. Jadi inti pos ini dalah  "Tutorial menggambar di Hape" dan aplikasinya  aku  pakai Adobe Illustrator Draw.

(Aku jelasin dulu apa itu Adobe illustrator Draw.)

Adobe Illustrator Draw

Ini aplikasi android/IOS yang bisa kalian download gratis di Playstore maupun AppStore. Keluaran dari Adobe (tau lah kan Adobe) untuk versi hape.
Sebenarnya masih banyak aplikasi yang bisa digunain untuk ngegambar. Tapi aku lebih suka yang ini soalnya mudah digunakan dan tampilannya aku suka. Simple gitu dan gak ribet.

Tapi karena tampilannya yang simple, jadi toolsnya kurang banyak. Brushnya juga terbatas.
Tapi jangan khawatir, biarpun gak banyak tools, app ini tetep keren dan oke. Apalagi penggunaannya yang gak susah buat para newbie kayak aku.

Oke, langsung aja nih. Ini tampilan appnya.



Simpel banget kan?
Di tengah ada kanvasnya, lalu sebelah kanan ada panel layer, kirinya brush, dan atasnya ada tool shape gitu. Simple tapi jadi.
Biasanya sih aku senengnya gambar orang gitu. aku suka comot foto artis buat dijadiin bahan gambar.
Nah kali ini gua pake foto ini


Ganteng ya? Ya kan? Makanya aku pake ini ehe..
Nah, buat nambahin foto ini ke background, klik aja dibagikan layer-add layer-image layer dan pilih foto yang kamu mau.
Setelah itu, gunain layer backgroundnya untuk ngegambar.  Nah kalian bisa mainin tu opacity dari layer foto agar garis-garis wajahnya gak timpang tindih dengan garis yang kita buat jadi memudahkan menggambar line wajahnya.

Lalu, lanjut ke brush. Aku ngegambar pake brush yang kedua dari atas. Diklik brushnya, lalu kita bisa atur size, warna dan opacity.
Aku pake size 1.5 , warnanya warna kulit, opacity 100%.

Habis itu apa lagi? Gambarnya gimana?
Gambarnya sih ikutin aja line objek. Pake jempol, bisa juga pakai stylus pen kalau ada.
Nah, jika kamu pake jempol ini nih bagian yang tersulitnya bagi para pemula. Karena goresin brush di kanvas pake jempol itu gak semudah dibayangin. Tapi kalau terbiasa sih santai aja. Intinya disini kita harus tenang dan sabar. Harus ultra-teliti biar garisnya gak salah jalur.
Dan kayak gini nih hasilnya (sorry ya ini bukan dari foto yang diawal. Soalnya aku lupa screenshot pas bikinnya)


Bikinnya kayak vektor gitu.
 Setelah semua line wajah, mata, mulut, hidung dll dibuat, habis itu barulah tahap pewarnaan.
Tahap pewarnaan ini simple banget. Cukup tekan lama aja pada objek yang mau kita warnain dan dia bakal ngewarnain secara otomatis.
Setelah diwarnain semua maka hasilnya bakal kayak gini:

Nah, udah agak jadi. (Aku warnainnya suka-suka).
Karena itu masih polos banget. Kalian bisa kasi efek shadow, highlight, dll dengan gunain layer baru. Tapi bisa juga sih dilayer yang sama.
Dan intinya, pandai-pandai kalian memoles karya kalian sebagus mungkin.
 Gak susah kan? Gitu aja. Dan tutorialnya juga sampai sini doang. Aku cuma jelasin yang dasar-dasar dan hal sederhana doang. Tapi mudahan ya bermanfaat buat kalian yang mau ngegambar di hape. Dan ini nih hasil karya aku:




Well, cukup segitu dulu, tutorial singkat ini. Selamat mencoba guys!!
Bagi yang masih penasaran atau kurang jelas tanya aja di kolom komentar ya. Insyaallah aku jawab. Ehe.
Terimakasih
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html